Banyak
sekali tanda-tanda yang menunjukkan kebesaran Allah di dunia ini,
tanda-tanda ini seringkali muncul pada binatang, tumbuhan, maupun pada
manusia. Anda mungkin sering melihat lafadz Allah pada binatang yang
diabadikan dalam sebuah foto yang diupload di media sosial seperti
Facebook, atau kita pernah mendengar sebuah pohon di suatu negara yang
membentuk kalimat laa ilaaha illa Allah. Semua ini tidak lain ditujukan
kepada kita agar selalu ingat akan kebesaran Allah SWT.
 |
| QS. Al Ikhlas |
Salah
satu bentuk keagungan Allah juga terlukis pada sayap malaikat. Menurut
suatu hadits, pada sayap malaikat terdapat tulisan surat al-Ikhlas.
Keterangan ini terdapat dalam riwayat Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa
Rasulullah saw. pernah bersabda,
“Ketika
melakukan isra’ ke langit, saya telah melihat Arsy di atas 360.000
sendi di mana jarak tempuh antara satu sendi ke sendi lainnya ialah
300.000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padang
sahara sebanyak 12.000 dan luasnya setiap satu padang sahara itu seluas
dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang sahara itu terdapat
80.000 malaikat di mana semuanya membaca surah al-Ikhlas.”
Setelah
itu Nabi bersabda lagi, “Setelah selesai membaca surat tersebut mereka
berkata: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami
berikan kepada orang yang membaca surat al-Ikhlas, baik ia laki-laki
maupun perempuan.”
Ketika
para sahabat mendengar keterangan Nabi yang demikian itu, mereka dibuat
berdecak kagum. Lalu Nabi bersabda lagi, “Wahai para sahabatku, apakah
kamu semua kagum?” Para sahabat menjawab: “Ya, kami sungguh kagum, ya
Rasulullah saw.”
Rasulullah
saw. bersabda, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya Qul
Huwallahu Ahad itu tertulis di sayap malaikat Jibril a.s, Allahush
Shamad itu tertulis di sayap malaikat Mikail a.s, Lam Yalid Walam Yuulad
tertulis pada sayap malaikat Izrail a.s, Walam Yaqullahu Kufuwan Ahad
tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s. Oleh karena itu, barang siapa
dari umatku membaca surat al-Ikhlas maka dia diberi pahala membaca kitab
Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an yang agung.”
Setelah
Rasulullah saw. berkata demikian, baginda bersabda lagi, “Wahai
sahabatku, apakah kamu semua kagum?” Maka para sahabat menjawab, “Ya
Rasulullah saw., kami semua kagum.”
Lalu
Rasulullah saw. bersabda, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya,
sungguh Qul Huwallahu Ahad itu tertulis di dahi Abu Bakar Ash-Shidiq,
Allahush Shamad itu tertulis di dahi Umar al-Faaruq, Lam Yalid Walam
Yuulad itu tertulis di dahi Utsman Dzun Nuurain dan Walam Yakun Lahu
Kufuwan Ahad itu tertulis di dahi Ali ra. Oleh karena itu, siapa yang
membaca surat al-Ikhlas maka ia diberi oleh Allah pahala Abu Bakar,
Umar, Utsman dan Ali.” (Keterangan ini terdapat dalam kitab Hayatul
Quluub)
Demikian
agungnya posisi surat al-Ikhlas di antara surat-surat lainnya, hingga
ia sampai terlukis di sayap para malaikat. Bahkan ihwal keagungan dan
besarnya manfaat surat ini, Nabi pernah bersabda, “Barangsiapa membaca
surat al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka dia
tidak akan membusuk di dalam kuburnya, ia akan selamat dari kesempitan
kuburnya dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka,
melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke surga.” (Seperti
diterangkan dalam kitab Tadzikaratul Qurthuby).
Ada
suatu kisah yang menggambarkan keagungan surat al-Ikhlas. Kisah ini
terekam dalam hadits. Suatu kali Nabi memberikan sebuah teka-teki kepada
para sahabatnya: Siapakah di antara kamu yang dapat mengkhatam Qur'an
dalam jangka waktu cepat? Tidak ada seorang sahabat pun yang bisa
menjawabnya. Umar lalu berkata bahwa mustahil bisa mengkhatamkan
al-Qur'an dalam waktu begitu cepat. Tetapi Ali kemudian mengangkat
tangannya. Melihat hal ini, Umar langsung berkata bahwa Ali (yang masih
kecil pada waktu itu) tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Lantas Ali
membaca surat al-Ikhlas tiga kali. Rasulullah saw. menjawab dengan
mengatakan bahwa Ali betul.
Menurut
Nabi, membaca surah al-Ikhlas satu kali pahalanya sama dengan membaca
10 juz al-Qur’an. Lalu dengan membaca surat al-Ikhlas sebanyak tiga
kali, maka khatamlah al-Qur’an. Karena hal itu sama dengan membaca 30
juz al-Qur’an.
Ini
menunjukkan bahwa surat al-Ikhlas itu memiliki kelebihan dibandingkan
surat-surat lainnya. Karena itu, kita sering mengucapkannya pada saat
dzikir, tahlil, shalat, keadaan takut dan sebagainya. Karena itu pula,
Allah mengukirnya pada sayap malaikat.
Kelebihan
surat al-Ikhlas juga terlihat dari kisah berikut ini. Anas bin Malik
meriwayatkan bahwa sewaktu ia bersama-sama Rasulullah saw. di Tabuk,
pernah suatu ketika cahaya matahari terbit dengan redup, tidak seperti
pada hari-hari sebelumnya. Malaikat Jibril lalu datang. Kepada malaikat,
Nabi pun menanyakan tentang hal ini. Malaikat menjawab, bahwa matahari
tampak redup karena sayap Malaikat terlampau banyak. Para Malaikat
sebanyak 70.000 ini diutus Allah karena ada seorang sahabat yang
meninggal di Madinah. Sahabat ini banyak membaca surat al-Ikhlas.
Bayangkan,
keadaan sahabat itu begitu dihormati di mata malaikat karena seringnya
ia membaca surat al-Ikhlas saat hidup. Ini sekali lagi menunjukkan
betapa agungnya posisi surat ini dalam kehidupan kita. Semakin sering
kita membacanya kian besar pula kita mereguk pahala dari Allah swt..
Hal
ini pula yang membuat kenapa surat al-Ikhlas terlukis di sayap
malaikat. Kenapa bukan surat yang lain? Toh, sama-sama al-Qur’an. Ini
disebabkan surat al-Ikhlas memiliki kemuliaan yang sangat tinggi
dibandingkan surat-surat yang lain.
Abu
Sa’id al-Khudry berkata, “Ada seorang sahabat Rasul mendengar
tetangganya membaca berulang-ulang ayat Qul Huwallahu Ahad. Kemudian
keesokan paginya, Abu Sa’id al-Khudry menyampaikan kepada Rasulullah
perihal yang didengarnya semalam, yakni seakan-akan sahabat ini
menganggap ringan kedudukan surat ini. Maka Nabi pun bersabda, “Demi
jiwaku yang ada di tangan-Nya, Sesungguhnya surat al-Ikhlas benar-benar
menyamai sepertiga al-Qur’an.” (HR. Bukhari dalam Bab Fadha’il Qur’an
No. 5014).
Hadits di atas sekali lagi menunjukkan betapa agungnya posisi surat al-Ikhlas, sehingga membuatnya terlukis di sayap malaikat.
Pertanyaannya
kemudian adalah kenapa hanya malaikat Jibril, Mikail, Israil dan
Izrafil saja yang sayapnya terlukis dengan surat al-Ikhlas?
Inilah
pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Tapi, bila kita melihat sejarah
para malaikat, maka kita tahu bahwa keempat malaikat itu memiliki peran
sentral dalam kehidupan makhluk Allah. Malaikat Jibril misalnya,
bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw. Ia adalah
pemimpin para malaikat. Ia juga menjadi tempat keluh kesah Nabi saat
dirinya sedang dalam kebingungan dan sebagainya.
Lalu
malaikat Mikail, yang bertugas mengatur cuaca hujan, kemarau, rezeki,
dan sebagainya. Sedang malaikat Israil bertugas meniup sangkakala dan
malaikat Izrail yang mencabut seluruh makhluk yang bernyawa. Bukan
berarti, tugas malaikat-malaikat yang lain tidak terlalu sentral dalam
kehidupan manusia. Tetapi, dengan diukirnya surat al-Ikhlas pada keempat
malaikat di atas, setidaknya menunjukkan peran utama mereka dalam
kehidupan makhluk Allah, terutama manusia.
Persoalan
gaib ini hakekatnya hanya Allah yang Maha Tahu. Kita sebagai orang yang
beriman wajib untuk mempercayainya. dan tidak perlu
membanding-bandingkan peran malaikat satu sama lain. Yang penting, tugas
kita adalah mempercayai bahwa di sayap-sayap malaikat yang empat itu
terlukis surat al-Ikhlas, yang berarti mengindikasikan pentingnya surat
ini untuk selalu kita baca setiap saat. Karena itu, perbanyaklah kita
membaca al-Qur’an, terutama surat al-Ikhlas. Amiin!